DARK MEDIA IDπŸ’€
×

πŸ“‚ SELEKSI ARSIP KATEGORI

VIRAL

Viral Remaja di Banyumas Dipukul Gara-gara Mokel Puasa di Lapangan

πŸ‘οΈ 194 views πŸ“… 27 Feb 2026
Foto Sampul Pembahasan

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan antar remaja di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, ramai beredar di media sosial. Peristiwa ini disebut-sebut dipicu oleh aksi dua remaja yang kedapatan makan di siang hari saat bulan Ramadan, atau yang biasa dikenal dengan istilah β€œmokel”.

Video tersebut diunggah akun Instagram @switsweeet yang berkolaborasi dengan @banyumas24jam. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, terlihat sejumlah remaja berkumpul di sebuah lapangan. Di salah satu sudut, dua remaja tampak sedang menyantap nasi bungkus.

Situasi yang awalnya terlihat biasa mendadak berubah. Salah satu remaja yang sedang makan dipukul pada bagian belakang kepala sebanyak dua kali oleh remaja lain. Dari percakapan yang terekam, pelaku mengaku tidak terima wilayahnya digunakan untuk makan secara sembunyi-sembunyi saat waktu puasa.

⚠️Dokumentasi mungkin tidak nyaman bagi sebagian pembaca!
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses

πŸ“ Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=6082e4b5
πŸ“ŒJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya

Cuplikan singkat itu langsung memicu beragam reaksi. Banyak warganet menyayangkan tindakan kekerasan tersebut dan menilai respons yang dilakukan terbilang berlebihan. Tak sedikit pula yang mengingatkan agar persoalan seperti ini tidak diselesaikan dengan emosi.

Polisi Lakukan Penelusuran

Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, membenarkan adanya peristiwa yang viral tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai video yang beredar luas.

Menurutnya, polisi langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan lokasi kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Hasil penelusuran menunjukkan peristiwa tersebut memang terjadi di wilayah Pekuncen.

Dua remaja yang menjadi korban dalam video itu telah ditemukan dan dimintai keterangan. Kepada polisi, keduanya mengaku tidak kuat menjalankan puasa sehingga memutuskan untuk makan di lapangan Desa Pasiraman Kidul.

Motif Pelaku dan Proses Lanjutan

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekelompok remaja setempat menghampiri dan menegur keduanya saat sedang makan. Mereka disebut merasa tindakan tersebut dapat mencoreng nama desa.

Polisi menyebut seluruh pihak yang terlibat masih berstatus pelajar dan berusia muda. Pelaku pemukulan disebut satu orang, dan antara kedua kelompok remaja tersebut sebelumnya tidak saling mengenal.

Saat ini, proses penyelidikan masih berjalan untuk mendalami peran masing-masing pihak yang ada dalam video.

Diupayakan Restorative Justice

Mengingat para pihak yang terlibat masih anak-anak dan berstatus pelajar, kepolisian berencana mengupayakan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice. Pendekatan ini dipilih dengan mempertimbangkan masa depan para remaja yang terlibat.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa persoalan sosial, terlebih yang melibatkan anak di bawah umur, membutuhkan penanganan yang bijak. Di tengah derasnya arus media sosial, satu video singkat bisa memantik reaksi besarβ€”namun penyelesaiannya tetap memerlukan kepala dingin dan proses hukum yang berjalan sesuai aturan.

Share Dulu lah guys biar rameπŸ—Ώ

ADS

πŸ’¬ Komentar Warganet (0)

Belum ada yang komen nih...

πŸ’¬ CHAT