Sebuah insiden memilukan terjadi di Dusun Selatan, Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, pada Minggu (15/3/2026) sore. Seorang pemuda bernama Budiyanto (24) harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kaki kanannya akibat ledakan petasan yang terjadi di kediamannya.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=2778f049
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Peristiwa yang mengguncang ketenangan warga desa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian bermula dari aktivitas sederhana yang berujung fatal. Korban diduga sedang merokok di dekat tumpukan bahan peledak (petasan) saat insiden berlangsung.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal yang dikumpulkan pihak kepolisian, ledakan dahsyat tersebut dipicu oleh hal yang tidak terduga.
"Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh bara api dari rokok korban yang terjatuh dan langsung menyambar bahan petasan yang berada di lokasi," ujar Ipda Yoni dalam keterangan resminya.
Hanya dalam hitungan detik, reaksi kimia dari bahan peledak tersebut menciptakan tekanan tinggi yang mengakibatkan luka berat pada bagian tubuh korban.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta mengenai asal-usul bahan yang meledak tersebut. Dari keterangan sejumlah saksi, korban diketahui sempat membeli bubuk mercon seberat satu kilogram. Barang berbahaya tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp250.000 di kawasan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat keras mengenai tingginya risiko keamanan dalam penyimpanan dan pengelolaan bahan peledak, terutama di lingkungan pemukiman. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan seluruh detail kronologi dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di wilayah hukum Pamekasan.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...