Keheningan dini hari di lingkungan San Pablo, distrik Popular, MedellΓn, pecah seketika saat sebuah ledakan keras menggetarkan pemukiman pada pukul 04.00 waktu setempat. Apa yang awalnya diduga sebagai insiden kebakaran bangunan biasa, dalam hitungan jam berubah menjadi penyelidikan dugaan pembunuhan yang menggemparkan warga.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=dfa2d4b7
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Saat asap hitam mulai melahap sebuah hunian di kawasan tersebut, saksi mata melaporkan pemandangan yang janggal. Di tengah kekacauan, seorang pria terlihat keluar dari rumah yang terbakar. Bukannya mencari bantuan bagi penghuni di dalam, pria tersebut justru menghilang tanpa jejak.
Seorang kerabat sekaligus tetangga korban memberikan kesaksian kunci mengenai momen krusial tersebut. "Suami saya mendengar ledakan yang sangat kuat. Pria itu keluar dan mengatakan bahwa dia (korban) tidak akan bisa keluar. Dia berdalih akan memanggil petugas pemadam kebakaran, lalu pergi memacu sepeda motornya dan tidak pernah kembali," ungkapnya.
Pria yang diduga sebagai pasangan korban tersebut dilaporkan mengenakan jumpsuit hitam, celana pendek, dan topi berwarna senada saat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Warga sekitar sempat berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum layanan darurat tiba. Namun, saat api mulai terkendali, sebuah kenyataan pahit terungkap. Seorang pemuda yang tinggal di lantai tiga bangunan tersebut menjadi orang pertama yang merangsek masuk dan menemukan korban dalam kondisi yang mengenaskan di tengah sisa-sisa kobaran api.
Identitas korban dikonfirmasi sebagai Selene RoldΓ‘n, wanita berusia 25 tahun yang dikenal warga sebagai sosok pekerja keras dan pendiam. Ia diketahui telah menetap di lingkungan tersebut selama kurang lebih satu tahun.
Kecurigaan adanya tindak pidana semakin menguat setelah warga mencium bau bensin yang menyengat dari sejumlah wadah yang ditinggalkan di sekitar tempat kejadian. Setelah api sepenuhnya padam, Korps Investigasi Teknis (CTI) segera melakukan olah TKP.
Hasil pemeriksaan awal mengubah arah narasi secara drastis:
- Temuan Jejak Darah: Penyidik menemukan jejak darah di lokasi, yang memicu klasifikasi ulang kasus dari kebakaran bangunan menjadi kasus pembunuhan.
- Keberadaan Terduga Pelaku: Fokus utama kepolisian kini tertuju pada pria yang tinggal bersama korban, yang hingga saat ini keberadaannya masih menjadi misteri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang terus mendalami bukti-bukti di lapangan guna memastikan kronologi pasti dan motif di balik tragedi ini. Sementara itu, warga sekitar bahu-membahu menghubungi keluarga korban melalui media sosial, mengingat minimnya kontak langsung dengan kerabat dekat Selene selama ia tinggal di San Pablo.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...