Sebuah malam pertandingan basket yang harusnya penuh sorak-sorai di Kota Paraรฑaque berubah drastis menjadi momen mencekam. Suasana santai di sebuah kompleks kondominium mendadak pecah oleh suara tembakan yang mengakhiri keceriaan di lapangan tersebut.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
๐ Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=ec22f694
๐Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Semuanya bermula pada Selasa malam, 4 Maret, sekitar pukul 19.59. Saat itu, warga sedang asyik menonton pertandingan di lapangan basket kompleks. Tanpa diduga, seorang pria berinisial WDG (59) muncul dan mendekati salah satu penonton bernama Edwin (57).
Setelah melepaskan tembakan ke arah Edwin, situasi semakin tak terkendali. Pria tersebut dilaporkan masuk ke area lapangan dan melepaskan rentetan tembakan ke arah pemain maupun penonton lainnya. Insiden tragis ini merenggut nyawa Edwin dan seorang remaja bernama Rjay Gonzalez, serta menyebabkan empat orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Berdasarkan penelusuran pihak berwenang, ada benang merah yang cukup pelik di balik aksi nekat ini. Ternyata, tersangka dan salah satu korban sudah lama terlibat perselisihan. Masalahnya klasik namun sensitif: kebisingan.
Tersangka diketahui merasa terganggu dengan suara-suara yang berasal dari unit kondominium korban. Ia bahkan tercatat sudah dua kali mengadu ke pihak manajemen gedung, yakni pada Desember 2025 dan Februari 2026, sebelum akhirnya situasi memuncak secara tragis di lapangan basket malam itu.
Pelarian tersangka tak berlangsung lama. Tim dari NCRPO dan Distrik Kepolisian Selatan berhasil membekuk WDG di Barangay Moonwalk dalam sebuah operasi pengejaran. Dari tangan tersangka, polisi menyita:
- Dua pucuk pistol 9mm.
- Sejumlah magazin dan amunisi aktif.
Kini, pria berusia 59 tahun tersebut harus berhadapan dengan hukum. Pihak kepolisian tengah menyiapkan rentetan dakwaan serius, mulai dari dua pasal pembunuhan, empat pasal percobaan pembunuhan, hingga pelanggaran Undang-Undang Pengaturan Senjata Api (RA 10591).
๐ฌ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...