Suasana riuh di Pasar Buah Oje-Beere, Negara Bagian Oyo, Nigeria, mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa petang. Sebuah truk tangki bermuatan 45.000 liter bensin kehilangan kendali dan menyapu apa pun di jalurnya, meninggalkan jejak duka mendalam bagi warga setempat.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=e58134b9
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Insiden bermula saat truk raksasa tersebut melintasi jalur padat Mapo-Beere-Oje yang memiliki kontur jalan menurun. Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kegagalan sistem pengereman atau rem blong menjadi pemicu utama sang pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.
Tanpa ampun, truk tersebut menghantam lima unit becak motor (tricycle) dan seorang pengendara sepeda motor. Enam orang dikonfirmasi tewas di tempat, sementara sejumlah korban lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka serius.
Di tengah puing-puing kendaraan yang hancur, terselip kisah haru dari mereka yang selamat. Ademola Aderibigbe, salah satu pengemudi becak, menceritakan detik-detik dirinya lolos dari maut.
"Saya baru saja keluar dari bengkel dan sedang mencoba mesin di sekitar bundaran Beere. Tiba-tiba suara denturan keras terdengar, dan becak saya terpental ke samping. Saya cuma luka di kaki, tapi truk itu terus melaju kencang ke arah Oje," ungkap Ademola dengan nada bergetar.
Nasib pilu juga menyelimuti keluarga korban lainnya. Di Kantor Polisi Divisi Mapo, seorang pria tak kuasa menahan tangis saat mengetahui saudaranya menjadi salah satu korban jiwa.
"Dia baru saja merayakan pemberian nama putrinya tiga hari yang lalu. Sekarang, dia meninggalkan bayi yang baru berusia 10 hari," ratapnya.
Suleiman Oguntayo, warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, menekankan bahwa area ini memang rawan kecelakaan. Ia mendesak pemerintah Negara Bagian Oyo dan pihak berwenang untuk segera mengambil langkah preventif guna menghindari jatuhnya korban lebih lanjut di masa depan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Perwira senior dari Kepolisian Mapo menyatakan kasus ini telah dilimpahkan ke Departemen Penyelidikan Kriminal untuk investigasi menyeluruh.
Meskipun Humas Kepolisian Negara Bagian, Olayinka Ayanlade, telah mengonfirmasi insiden tersebut, proses identifikasi masih terus berjalan. Gafaru, seorang pengendara ojek di lokasi, mengkhawatirkan jumlah korban tewas bisa saja bertambah mengingat kondisi beberapa korban luka yang sangat kritis.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...