Sebuah insiden tragis yang menyoroti pentingnya prosedur keselamatan kerja terjadi di sebuah percetakan swasta di wilayah Gorakapitiya, Piliyandala. Seorang pemuda berusia 27 tahun, Milinda Madusanka Wijesinghe, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal saat berupaya memeriksa kerusakan teknis pada mesin produksi.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=ce002de0
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Peristiwa ini bermula ketika operasional rutin di pabrik tersebut terganggu oleh kendala teknis mendadak. Berdasarkan rekaman kamera keamanan (CCTV) yang menjadi bukti krusial penyelidikan, terlihat Milinda bersama seorang rekan kerjanya berusaha mengidentifikasi sumber masalah pada mesin cetak tersebut.
Situasi berubah menjadi fatal ketika keduanya berada di posisi yang berlawanan untuk memeriksa bagian dalam mesin. Dalam sepersekian detik yang tak terduga, mekanisme otomatis mesin tersebut tiba-tiba aktif kembali. Posisi korban yang saat itu sedang condong ke arah komponen penggerak membuatnya tidak sempat menghindar, mengakibatkan cedera serius pada bagian kepala yang berujung pada kematian.
Kepolisian Piliyandala yang menangani kasus ini mengonfirmasi bahwa korban merupakan warga Nissanka Mawatha, Pallegama, Deniyaya, yang diketahui baru saja membina rumah tangga.
Hingga kini, pihak otoritas masih mendalami penyebab pasti mengapa sistem otomatis mesin tersebut bisa aktif secara mendadak di saat pemeriksaan sedang berlangsung. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi sektor industri mengenai krusialnya sistem pengamanan mesin (machine guarding) dan prosedur Lockout-Tagout (LOTO) guna mencegah aktivasi mesin yang tidak disengaja selama proses perbaikan.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...