AHMEDABAD β Sebuah insiden kekerasan fatal mengguncang kawasan Jembatan Jivraj, Ahmedabad, pada Sabtu (2/5). Seorang pria bernama Natubhai Parmar, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ledeng, mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=8f1c4c2c
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Detik-Detik yang Menentukan Rekaman CCTV di lokasi kejadian menjadi bukti kunci yang memperlihatkan betapa cepatnya peristiwa kelam ini berlangsung. Dalam durasi hanya 22 detik, para pelaku melepaskan setidaknya 36 serangan menggunakan pipa besi dan tongkat kayu ke arah korban. Kejadian yang berlangsung di dekat Toko Ponsel Bapasitaram ini membuat korban mengalami luka serius, terutama di bagian kepala.
Putra korban, Kaushik Parmar, yang saat itu tengah berada di sebuah warung teh, segera bergegas menuju lokasi setelah menerima kabar dari seorang rekan. Dengan kondisi yang kritis, Natubhai dilarikan ke Rumah Sakit Parekh di wilayah Satellite menggunakan becak motor. Namun, meski upaya medis telah dilakukan, nyawa korban tidak tertolong.
Dugaan Motif dan Riwayat Perselisihan Pihak keluarga korban menduga serangan ini merupakan buntut dari konflik internal yang sudah lama memanas. Saudari almarhum memberikan keterangan bahwa perselisihan tersebut kemungkinan berkaitan dengan keluarga menantu korban. Menurutnya, ada ketidaksepakatan terkait aktivitas pekerjaan menantunya yang memicu ketegangan antar keluarga.
Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya mereka mengalami intimidasi. Putri korban mengklaim bahwa sebelumnya rumah mereka pernah didatangi massa dalam jumlah besar.
Situasi Terkini dan Respons Hukum Kematian Natubhai memicu kemarahan di kalangan kerabat. Pasca-insiden, dilaporkan sempat terjadi aksi perusakan di kediaman tersangka oleh anggota keluarga yang emosional sebelum akhirnya situasi dikendalikan oleh pihak kepolisian yang tiba di lokasi.
Kepolisian Anandnagar kini bergerak cepat dengan mendaftarkan kasus pengeroyokan dan pembunuhan ini secara resmi. Identitas beberapa terduga pelaku telah dikantongi, termasuk individu berinisial K, H, dan K, beserta dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam aksi serangan tersebut.
Saat ini, fokus penyelidikan kepolisian tertuju pada pengumpulan bukti di lapangan dan pendalaman motif utama di balik serangan brutal tersebut. Pihak berwenang mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian demi terciptanya keadilan bagi korban.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...