Dunia maya mendadak gempar saat sebuah siaran langsung di TikTok berubah menjadi rekaman detik-detik terakhir kehidupan seorang wanita. Valeria Marquez, pemilik sekaligus wajah di balik Blasem The Beauty Lounge, tidak pernah menyangka bahwa interaksi digitalnya pada Selasa, 13 Mei 2025, akan menjadi perpisahan yang disaksikan secara daring.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=22f23f08
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Suasana tenang di salon kecantikan yang terletak di kawasan elit Zapopan, Jalisco, seketika pecah. Dalam rekaman yang kini beredar luas, Valeria tampak tengah menyapa para pengikutnya dengan tenang sebelum seorang pria tak dikenal masuk ke area pribadinya.
"Halo Valeria," sapa pria tersebut singkat. "Iya," jawab Valeria, tanpa sedikit pun rasa curiga.
Tak lama setelah pertukaran kata pendek itu, suara siaran langsung terhenti secara mendadak. Di balik layar yang gelap, sebuah tragedi berdarah terjadi. Penyerang yang menyamar sebagai pengantar paket melepaskan tembakan fatal ke arah perut dan kepala korban. Meski petugas medis dan kepolisian tiba di lokasi pada pukul 18.30 waktu setempat, nyawa Valeria tidak dapat tertolong.
Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh otoritas Jalisco mulai mengungkap tabir di balik serangan ini. Nama Ricardo Ruis Velasco, yang dikenal dengan alias "Double R", muncul sebagai otak pelaku utama. Velasco merupakan figur berpengaruh dalam struktur organisasi kartel CJNG.
Berdasarkan laporan pihak berwenang, terdapat beberapa poin krusial yang menyelimuti motif penyerangan:
- Hubungan Personal: Diketahui Valeria dan Velasco sempat menjalin hubungan selama beberapa bulan terakhir.
- Faktor Kecemburuan: Dugaan kuat mengarah pada rasa tidak senang Velasco terhadap perhatian dan hadiah-hadiah mewah yang diterima Valeria dari para pengikutnya di media sosial.
- Trigger Penyerangan: Beberapa jam sebelum kejadian, Valeria sempat mengunggah video yang memamerkan sebuah hadiah eksklusif. Hal ini diduga menjadi pemicu kemarahan sang pelaku.
Nama "Double R" sendiri bukanlah sosok baru dalam radar kepolisian. Kasus Valeria Marquez menambah panjang daftar hitam keterlibatannya dalam aksi kekerasan terhadap perempuan.
Sebelumnya, pada tahun 2012, ia dikaitkan dengan kematian tragis Desi Ferrer Arenas, seorang warga negara Venezuela. Selain itu, namanya juga mencuat dalam kasus Juan Luis Lagunas, atau yang dikenal sebagai "The Pirate of CuliacΓ‘n", yang juga kehilangan nyawa dalam insiden penembakan serupa.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...