Sebuah video berdurasi enam detik yang dikenal dengan sebutan “El Patron” sempat memicu spekulasi luas di internet. Banyak pengguna media sosial meyakini rekaman tersebut merupakan aksi kartel Meksiko. Dugaan itu muncul karena korban terdengar mengucapkan kata “El Patron” sebelum ditembak, serta penggunaan pistol jenis Glock oleh pelaku.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
📍 Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/index.php?v=aad4267e
📌Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, tidak ditemukan bukti yang mengaitkan insiden tersebut dengan organisasi kriminal besar di Meksiko.
Asumsi Awal dan Keraguan
Spekulasi mengenai keterlibatan kartel muncul terutama karena dua hal: bahasa Spanyol yang digunakan korban dan penggunaan senjata api modern. Dalam bahasa Spanyol, “El Patron” berarti “sang bos” atau “pemilik kekuasaan”. Istilah tersebut memang kerap diasosiasikan dengan struktur kepemimpinan kelompok kriminal.
Meski demikian, bahasa Spanyol digunakan secara resmi di lebih dari 20 negara, sehingga penggunaannya tidak dapat dijadikan indikator tunggal keterlibatan kartel Meksiko.
Selain itu, dari segi pola, rekaman tersebut berbeda dengan karakteristik video propaganda kelompok kriminal terorganisir yang beredar sejak pertengahan 2010-an. Video-video tersebut umumnya memiliki durasi lebih panjang dan memuat pesan eksplisit. Sementara dalam kasus “El Patron”, tidak terdapat narasi maupun pernyataan yang menunjukkan motif organisasi tertentu.
Penelusuran pada berbagai arsip pemberitaan dan forum yang kerap mendokumentasikan aktivitas kelompok kriminal juga tidak menemukan keterkaitan langsung antara video ini dan kartel mana pun.
Identitas Korban
Korban dalam video tersebut diketahui bernama Leonardo Alexander, lahir pada 18 November 1987 di Caracas, Venezuela. Pada 2021, ia pindah ke Peru dan bekerja sebagai pengemudi ojek di kawasan Los Olivos.
Leonardo adalah ayah dari tiga anak. Rekan-rekannya menyebut ia dikenal sebagai pribadi yang tenang dan fokus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Insiden terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat, ketika Leonardo sedang berada di dekat sepeda motornya dan berbincang dengan beberapa orang. Berdasarkan keterangan saksi, terjadi perdebatan antara Leonardo dan seorang pria bernama Frank Anthony, yang diduga melakukan praktik pemerasan di wilayah tersebut.
Dalam rekaman, Leonardo terdengar mengatakan “Dile al patron” yang berarti “Sampaikan kepada bosmu.” Pelaku kemudian mengangkat pistol dan menjawab “El patron”, sebelum melepaskan tembakan. Video berhenti tak lama setelah itu.
Dugaan Motif
Menurut keterangan saksi, pelaku diduga menuntut setoran uang keamanan kepada para pengemudi ojek agar dapat beroperasi di wilayah tersebut. Leonardo disebut menolak permintaan itu.
Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa pelaku tidak berada di bawah kendali organisasi kriminal besar mana pun. Ia diduga bertindak sendiri sebagai pelaku utama praktik pemerasan di kawasan tersebut.
Rekaman kejadian dilaporkan sempat disebarkan di kalangan pengemudi ojek setempat sebagai bentuk intimidasi.
Proses Hukum
Pada 17 Maret 2022, aparat kepolisian menangkap Frank Anthony di sebuah apartemen yang disewanya. Saat proses penangkapan, ia sempat mencoba melarikan diri dan mengalami cedera.
Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis 17 tahun 4 bulan penjara pada 4 Februari 2023 atas perbuatannya.
💬 Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...