Minggu malam yang seharusnya tenang berubah jadi mencekam. Jalanan diblokir, kendaraan dibakar, dan warga memilih mengunci diri di rumah. Semua bermula dari satu kabar besar: sosok paling dicari di Meksiko dikabarkan tewas.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan βEl Menchoβ, meninggal dunia setelah terluka dalam baku tembak dengan militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco, Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Ia sempat diterbangkan menuju Mexico City untuk mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong.
El Mencho merupakan pemimpin Cartel Jalisco New Generation (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Meksiko. Namanya juga masuk daftar buronan utama Amerika Serikat, dengan nilai hadiah penangkapan mencapai 15 juta dolar AS.
Kota Sepi, Bandara Panik
Kabar kematian itu langsung memicu gelombang reaksi. Kelompok bersenjata dilaporkan membakar kendaraan dan memblokir jalan raya di lebih dari enam negara bagian.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/index.php?v=ba71fb89
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Di Guadalajara β ibu kota Jalisco yang akan menjadi salah satu tuan rumah FIFA World Cup β suasana berubah drastis. Kota yang biasanya ramai mendadak lengang. Warga memilih bertahan di rumah demi keamanan.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan penumpang di Bandara Guadalajara. Sementara di kawasan wisata Puerto Vallarta, asap tebal terlihat membumbung di beberapa titik.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, mengimbau warga untuk tetap berada di rumah dan menghentikan sementara layanan transportasi publik. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak juga diliburkan.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan aparat telah bekerja sesuai prosedur dan meminta masyarakat tetap tenang. Ia menegaskan sebagian besar wilayah nasional masih beraktivitas normal.
Operasi dengan Dukungan Informasi AS
Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut operasi ini dilakukan dengan dukungan informasi tambahan dari otoritas Amerika Serikat. Dalam penggerebekan tersebut, enam anggota CJNG dilaporkan meninggal dunia, dua tersangka ditangkap, dan sejumlah senjata berat serta kendaraan lapis baja diamankan. Tiga personel militer mengalami luka dan kini menjalani perawatan.
Pemerintah AS sendiri mengklasifikasikan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduh kelompok tersebut sebagai pemasok utama kokain, heroin, metamfetamin, serta fentanyl ke wilayah AS.
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyebut operasi ini sebagai perkembangan besar bagi keamanan kawasan.
Di tengah situasi yang belum stabil, pemerintah AS dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan untuk sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco, Michoacan, Guerrero, Tamaulipas, dan Nuevo Leon. Beberapa maskapai seperti Air Canada, United Airlines, dan American Airlines membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta dan Guadalajara.
Dari Polisi Hingga Jadi Buronan Global
Oseguera, 59 tahun, dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam jaringan perdagangan narkotika internasional. Sebelum namanya identik dengan CJNG, ia pernah bekerja sebagai polisi dan petani alpukat.
Pada 1990-an, ia sempat tinggal di Amerika Serikat dan dihukum atas kasus konspirasi distribusi heroin sebelum akhirnya dideportasi ke Meksiko. Setelah kembali, ia bergabung dengan jaringan milik Ignacio Coronel Villarreal. Usai kematian Coronel, Oseguera bersama Erik Valencia Salazar mendirikan CJNG sekitar 2007.
CJNG kemudian berkembang pesat dan kerap disebut memiliki kekuatan setara dengan Sinaloa Cartel. Jaringannya disebut menjangkau berbagai wilayah di Amerika Serikat, dengan sumber pemasukan miliaran dolar dari perdagangan kokain, fentanyl, dan metamfetamin.
Kepergian El Mencho menandai babak baru dalam dinamika keamanan Meksiko. Namun, seperti yang terlihat dalam beberapa hari terakhir, dampaknya masih terasa luas β baik di jalanan Jalisco, bandara, hingga kebijakan perjalanan internasional.
Situasi kini berangsur terkendali. Tapi satu hal jelas: satu nama bisa mengguncang satu negara.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...