AYANFURI β Suasana duka yang mendalam menyelimuti masyarakat Ayanfuri di Distrik Upper Denkyira Barat, Ghana. Upacara pemakaman yang seharusnya menjadi momentum penghormatan terakhir bagi mendiang Ayanfuri Abusuapanin pada Sabtu (9/5), justru berubah menjadi peristiwa kelam yang merenggut nyawa sang pemimpin wilayah tradisional, Nana Kwabena Okyere.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=470b6617
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Kejadian bermula saat prosesi tarian adat sedang berlangsung di lokasi pemakaman. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Nana Kwabena Okyere kala itu sedang menari di tengah kerumunan sembari memegang senapan pompaβsebuah elemen yang kerap hadir dalam tradisi penghormatan tertentu. Namun, situasi berubah mencekam ketika senjata tersebut dilaporkan meletus secara tidak sengaja dan mengenai dirinya sendiri.
Akibat letusan tersebut, sang kepala suku mengalami luka tembak yang sangat serius. Langkah penyelamatan cepat sempat dilakukan oleh warga sekitar dengan melarikan beliau ke Rumah Sakit Pentakosta Ayanfuri. Meski tim medis telah berupaya memberikan perawatan darurat secara maksimal, Nana Kwabena Okyere dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.
Saat ini, jenazah beliau telah dipindahkan ke kamar mayat Rumah Sakit Kota Dunkwa-On-Offin untuk keperluan prosedur pengawetan serta investigasi lebih mendalam. Pihak kepolisian setempat pun telah mengonfirmasi bahwa penyelidikan resmi telah dimulai guna memastikan detail kronologi di balik insiden fatal tersebut.
Kabar duka ini seketika mengguncang warga hingga tokoh adat setempat. Castro Kwabena Ennin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk wilayah tersebut, mengonfirmasi kebenaran peristiwa ini dan menyebutnya sebagai tragedi yang sangat memilukan bagi seluruh masyarakat Ayanfuri. Kepergian sang pemimpin yang mendadak ini meninggalkan celah besar di hati rakyat yang tengah berduka.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...