Momen hangat buka puasa di Balakot, Mansehra, berubah menjadi kelam dalam sekejap. Jawed Mahandri, sosok TikToker yang dikenal dengan konten-konten lucunya, tewas mengenaskan setelah sebuah tembakan meletus tepat di tengah lingkaran pertemanannya. Kejadian ini tak hanya menyisakan duka, tapi juga memicu gelombang protes besar di Pakistan.
Pengunjung disarankan menggunakan kebijaksanaan pribadi saat mengakses
π Dokumentasi yang beredar : https://droplink.site/?v=99c55aee
πJika saat klik link mengarah ke situs lain atau iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat videonya
Sebuah video yang kini beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana awal yang begitu santai. Jawed tampak bercanda gurau dengan teman-temannya, menunggu waktu berbuka. Namun, suasana cair itu pecah saat dua orang mendekati kelompok tersebut.
Tanpa diduga, salah satu pria menarik pistol dari saku celananya dan mengarahkannya ke Jawed. Dor! Senjata itu meletus. Jawed langsung tumbang di tempat, meninggalkan teman-temannya dalam kondisi syok berat dan kebingungan, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Penyelidikan awal mengungkap fakta yang mengejutkan. Pelaku penembakan diduga adalah seorang petugas polisi. Laporan sementara menyebutkan bahwa sang petugas mengira pistol tersebut dalam keadaan kosong dan hanya berniat melakukan "candaan" ( prank ) yang fatal.
Pihak kepolisian setempat kini tengah mendalami apakah insiden ini murni kecelakaan karena kelalaian atau ada unsur kesengajaan di baliknya.
Kematian Jawed yang tragis memicu aksi massa. Warga Balakot yang geram sempat turun ke jalan, melempari kantor polisi dengan batu, bahkan mencoba membakar kendaraan operasional sebagai bentuk protes. Ketegangan baru mereda setelah polisi memastikan pelaku telah diamankan.
Kepala Kepolisian Senior (SP) Balakot, Sabir Khan, langsung turun tangan menenangkan massa. Ia menjamin proses hukum akan berjalan tegas dan transparan. Senada dengan itu, Ketua Majelis Khyber Pakhtunkhwa, Babar Saleem Swati, menyampaikan duka mendalamnya. Ia mengutuk keras kejadian ini, apalagi terjadi di bulan suci Ramadan.
Bagi masyarakat Mansehra, Jawed Mahandri bukan sekadar pengguna media sosial. Ia adalah sosok yang dicintai karena gaya unik dan video-video komedinya yang selalu berhasil menghibur pengikutnya. Kini, kolom komentar di berbagai platform miliknya banjir dengan ucapan duka dari para penggemar yang merasa kehilangan sosok "mood booster" mereka.
Proses hukum kini terus bergulir, dan publik menanti apakah keadilan benar-benar akan ditegakkan bagi sang penghibur yang pergi terlalu cepat ini.
π¬ Komentar Warganet (0)
Belum ada yang komen nih...